Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menegaskan tekadnya untuk menjadikan pendidikan sebagai fokus utama dalam membangun ibu kota. Hal itu dikatakan Anies saat berkunjung ke warga di Jalan Kramat Sawah VII, Paseban, Senen, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan itu Anies kembali menekankan pendidikan berkualitas, tuntas dan gratis bagi warga Jakarta. Dalam pemaparannya, Anies menekankan bahwa pemberian KJP saja akan membuat kesenangan sementara warga Jakarta.
"Namun 10-15 tahun lagi, nasib anaknya tidak berubah karena sekolahnya biasa saja, tidak meningkat mutunya," ujar Anies, Rabu (4/1/2017).
Mantan Menteri Pendidikan ini kemudian mengibaratkan KJP layaknya parasetamol yang hanya menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Akan tetapi, sumber masalah utamanya harus memakai antibiotik yang perlu waktu lama dan diatur secara sistematis.
"Pemakaian parasetamol tidak mengobati penyakitnya. Karena itu, yang penting mutu gurunya, mutu kepala sekolahnya ditingkatkan. Terutama di kampung kampung yang belum sejahtera," lanjut Anies.
Pendidikan berkualitas yang direncanakan Anies akan diiringi dengan pendidikan yang tuntas. Pengertian tuntas bagi mantan Ketua Komite Etik KPK ini adalah sesuai dengan kebutuhannya.
"Karena setiap orang punya pilihan. Ada yang memilih selesai di SMA, tuntas di SMK, ada pula yang lulus SMA lalu kerja dulu baru kuliah. Kita menghargai setiap pilihan itu. Jadi kita akan menyediakan pendidikan tuntas. Dan kami merencanakan bisa dibiayai sampai kuliah kalau dibutuhkan," ujar Anies saat menjawab pertanyaan salah satu warga, Siti Hawa, terkait pendidikan tuntas.
Sementara itu, pendidikan gratis merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan bagi warga kurang mampu untuk mengakses pendidikan.
"Biaya pendidikan itu tidak cuma sekolah, tapi juga transportasinya, sarana-prasarananya, sepatu seragamnya. Kita akan bantu semua itu. Makanya kita menjanjikan bukan sekolah gratis. Tapi pendidikan gratis," tegas Anies.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar