Penenggelaman dikomandoi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti. Agar dilakukan secara serempak, Susi yang berada di Ambon memberi aba-aba kepada 11 daerah lain melalui teleconference.
Foto: Dok. Humas KKP
|
"Kita harapkan Sino (nama kapal) ini adalah simbol dari kemenangan kita dalam memberantas pencurian ikan, setelah beberapa tahun kita mengalami kekalahan, terutama di Indonesia Timur," ujar Menteri Susi di Pantai Tihlepuai, Desa Morella, Ambon, seperti dikutip dari rilis KKP yang diterima detikcom, Sabtu (1/4/2017).
Foto: Dok. Humas KKP
|
"Terumbu karang dan rumpon nanti akan bertambah, paling tidak bisa untuk menarik perhatian ikan-ikan di sini dan masyarakat setempat punya rumah ikan," ujarnya.
Susi berharap, para pelaku illegal fishing bisa diproses oleh murni proses di pengadilan.
"Saya berharap semua murni proses karena pengadilan. Saya akan sangat kecewa dan marah apabila keputusan kapal pelaku illegal fishing ada campur tangan invisible hand yang mempengaruhi. Sudahlah, permainan ini selesai. Kedaulatan negara harus ditegakkan," harapnya.
"Supaya nanti masyarakat bisa tahu, ada jamannya ribuan kapal asing bebas datang mencuri ikan. Dan mereka pun tahu, Indonesia bisa mengatasi kejahatan tersebut," lanjutnya.
Foto: Dok. Humas KKP
|
Berdasarkan data KKP, jumlah kapal pencuri ikan yang telah ditenggelamkan sejak Oktober 2014 adalah 317 kapal. Rinciannya yakni Vietnam 142 kapal, Filipina 76 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 49 kapal, Indonesia 21 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa negara 4 kapal.

Foto: Dok. Humas KKP
Foto: Dok. Humas KKP
Foto: Dok. Humas KKP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar